FANDOM


Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Surakarta adalah sebuah gereja yang didirikan pada tahun 1957. Gereja yang berlatar belakang bahasa Tionghoa ini terletak di Jl. Sugiyopranoto no. 26.

Sejarah Edit

Pada tahun 1957 GKKK berada di bawah asuhan Gereja Utusan Pantekosta Pasar Legi (GUP Pasar Legi) yang dipimpin oleh Pdt. Petrus Iman Santoso alm. GKKK diserahkan dan bernaung di bawah Yayasan Penyiaran Injil Indonesia (YPII) yang sekarang bernama Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT).

Bila kami mengenang kembali masa 50 tahun yang silam, satu hal yang tak mungkin kami lupakan adalah para perintis dan pejuang Gereja Kristen Kalam Kudus Surakarta.

Meskipun beliau-beliau telah tiada, namun jasanya tetap kami kenang, kerena beliau-beliaulah Gereja Kristen Kalam Kudus Surakarta berdiri; almarhum Pdt. Petrus Iman Santoso (Gembala Sidang Gereja Utusan Pantekosta) dan almarhum Liem Swie Hie. Sdr. Liem adalah anggota Gereja Yesus Kauw Hwee, jalan Pasar Bulan, Jakarta. Pada saat pindah ke Surakarta, beliau tidak menemukan Gereja berbahasa Tionghoa untuk berbakti.

Pada tahun 1955, Dr. David Morken dari Hongkong mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani di sebuah lapangan di jalan Jebres, Surakarta. Keluarga Liem mengunjungi Kebaktian Kebangunan Rohani tersebut. Di tempat itu, mereka bertemu dengan Pdt. Petrus Iman Santoso. Beliau mengajak Keluarga Liem untuk berbakti di gerejanya di jalan Baja no. 15, Surakarta. Sdr. Liem mengikuti beberapa kali kebaktian. Namun karena kesulitan dalam bahasa, komunikasi dirasa berat, apalagi untuk menghayati firman Tuhan yang diberitakan. Kemudian Sdr. Liem mengusulkan kepada Pdt. Petrus Iman Santoso untuk mengadakan kebaktian dalam bahasa Tionghoa. Usul tersebut diterima oleh beliau dan Sdr. Liem mengundang orang-orang totok yang dikenalnya untuk menghadiri kebaktian tersebut. Pdt. Petrus Iman Santoso berkhotbah dalam bahasa Indonesia dan salah seorang Tionghoa totok yang pandai bahasa Indonesia menerjemahkannya ke dalam bahasa Tionghoa. Salah seorang penerjemah tersebut adalah Sdr. Tan Ie Djoen.

Waktu itu jumlah pengunjung sekitar 15-20 orang. Setelah kebaktian itu berjalan beberapa bulan, Pdt. Petrus Iman Santoso harus mengembalakan dua macam anggota jemaat yaitu anggota jemaat yang berbahasa Indonesia dan anggota jemaat yang berbahasa Tionghoa. Selain itu Pdt. Petrus Iman Santoso mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan sebagian besar orang-orang totok Kristen, karena mereka tidak dapat berbahasa Indonesia dan hanya dapat berbahasa Jawa pasaran (”ngoko”) yang tidak lancar. Sedangkan Pdt. Petrus Iman Santoso sendiri tidak dapat berbahasa Tionghoa. Jadi komunikasi dengan orang-orang tersebut sering dilakukan dengan bahasa ”ngoko”.

Pada tahun 1956, Pdt. Petrus Iman Santoso mengadakan perundingan dengan Yayasan Penyiaran Injili Indonesia (YPII); yang kemudian berganti nama menjadi Madrasah Alkitab Asia Tenggara (MAAT) dan sekarang menjadi Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) di Malang. Pada waktu itu yang mewakili YPII adalah Pdt. James K. S. Hui yang kemudian mengutus 2 orang penginjil untuk membantu Gereja Utusan Pantekosta melayani orang-orang Tionghoa totok dua minggu sekali. Utusan pertama yang dikirim YPII adalah Sdr. Peter Wongso dan Sdr. Eddy Ie. Mulai saat itu kebaktian diadakan dalam bahasa Mandarin yang diterjemahkan ke dalam bahasa suku Hakka dan Hok Jia.

Tahun 1957 Gereja Utusan Pantekosta (GUP) resmi menyerahkan anggota jemaatnya kepada YPII tetapi GUP masih menyediakan fasilitas yang diperlukan oleh jemaat kecil yang baru dibentuk ini misalnya tempat kebaktian, pastori, dan lain-lain. Waktu itu jumlah pengunjung sekitar 20 orang.

Tahun 1957 secara resmi MAAT mengutus almarhum Ev. Lie Song Kie untuk menjadi gembala sidang. Kemudian disusul dengan Ev. Tjang Wing An dan Ev. Chung Sen Yen yang melayani selama satu tahun.

Tahun 1958 mengutus Ev. Lie Yang Tao sebagai gembala sidang. Puji syukur kepada Tuhan atas anugerah-Nya karena pada saat itu pekerjaan Tuhan mulai berkembang. Jumlah pengikut kebaktian bertambah. Pada tanggal 6 April tahun itu juga diadakan baptisan kudus dan perjamuan kudus yang pertama kali. Kemudian pada tanggal 27 September 1959 disusul dengan pelantikan anggota majelis gereja yang pertama oleh Pdt. Andrew Gih.

Tahun 1961 Ev. Lie Yang Tao digantikan oleh Ev. Matthew Sie. Oleh karena MAAT kekurangan dosen maka beliau hanya melayani selama satu tahun. Beliau kemudian kembali ke MAAT untuk menjadi dosen.

Tahun 1962 sidang jemaat digembalakan oleh Ev. John Chen. Di bawah pimpinan Penginjil Chen maka pada pertengahan tahun 1963 mulailah direncanakan untuk membangun gedung gereja. Pada tanggal 29 Juli 1963, Pdt. James K. S. Hui memimpin upacara peletakan batu pertama. Atas anugerah Tuhan maka gedung gereja dapat dibangun selesai pada tanggal 13 Februari 1964. Bulan Desember tahun itu juga diadakan upacara persembahan gedung gereja yang dipimpin oleh Dr. Andrew Gih.

Karena dirasakan perlu adanya gembala sidang, maka pada tahun 1966 Ev. John Chen ditahbiskan sebagai pendeta Gereja Kristen Kalam Kudus (GKKK) Surakarta yang pertama di SAAT-Malang. Melihat kebutuhan pelayanan gereja Tionghoa di Holland maka sesudah menyelesaikan masa bakti pelayanannya selama 5 tahun, yaitu pada tahun 1967 Pendeta John Chen beserta seluruh keluarganya meninggalkan Surakarta menuju Holland.

Tahun 1967 MAAT mengutus Ev. Markus Santoso ke GKKK Surakarta. Pada waktu itu pekerjaan sangat diberkati oleh Tuhan. Maka Komisi Pemuda, Remaja, Group Musik, Sekolah Minggu, Pos PI untuk anak-anak serta kelas pendidikan Agama Kristen, satu per satu mulai terbentuk.

Tahun 1970 Ev. Markus Santoso ditahbiskan menjadi pendeta kedua. Untuk menambah rekan kerja, maka beberapa tahun itu penginjil Ang Tjwie Phing, Kwee Ay Lien, Daniel Chen telah diundang sebagai pembantu pendeta.

Berhubung pada tahun 1975 Pdt. Markus Santoso mutasi Ke GKKK Surabaya maka GKKK Surakarta dilayani oleh Ev. Enoch Tjoeanda. Melihat kebutuhan di sini serta atas persetujuan Badan Pengurus Sinode GKKK maka dalam peringatan Dies Natalis yang ke-20 pada bulan Desember 1977, Ev. Enoch Tjoeanda ditahbiskan menjadi pendeta yang ketiga dan melayani Tuhan di GKKK Surakarta.

Agar pekerjaan Tuhan dapat lebih diluaskan maka awal tahun 1978 GKKK Surakarta mengundang Ev. Helena Liem sebagai pembantu pendeta hingga akhir tahun 1984. Tahun 1986 Ev. Thio Hui Fong praktik selama satu tahun di sini. Sesudah itu masih ada beberapa hamba Tuhan yang diundang untuk membantu pelayanan pendeta yaitu: Ev. Riyanti (1988); Ev. Shirley (1989); Ev. Kaleb (1991). Pada bulan Januari tahun 1991 juga, diundanglah Ev. Budiwijaya untuk membantu pelayanan pendeta. Kemudian pada bulan Juli tahun 1992, diundanglah Ev. Inge Kusumawati Wibowo guna membantu pelayanan pendeta. Sesudah itu masih ada beberapa hamba Tuhan yang diundang dan praktik selama satu tahun di GKKK Surakarta yaitu: Ev. Stefanus Hari (1994), Ev. Stephen Tan (1994), Ev. Krido (1995), Ev. Rusdi (1996), Ev. Gabriel (1996), Ev. Linus Baito (1997), Ev. Andre Wisnu (1999), Ev. Lena Nababan (2000).

Selama 50 tahun di bawah pemeliharaan Tuhan dalam proses menginjak dewasa, tampaklah bunga mekar di sana sini. Ada 10 saudara yang mempersembahkan diri melayani sebagai hamba Tuhan

  1. Pdt. Peter Pandyopranoto
  2. Ev. Susan Liem
  3. Ev. Eunice Liauw
  4. Ev. Stephenson
  5. Ev. Inge K. Wibowo
  6. Ev. Anna Yantie
  7. Pdt. Tan Tjek Yong (Pdt. Markus Tandajaya)
  8. Ev. Wong Mee Ing
  9. Pdt. Joseph Kristanto
  10. Ev. Yulia Tio (Tio Fung Bing)

Suksesnya pelayanan hamba-hamba-Nya tidak lepas dari dukungan doa jemaat.

Pada tahun 1985 mulai membangun aula baru dan kelas-kelas Sekolah Minggu. Meskipun kita merasakan keterbatasan dana, namun YEHOVAH JIREH telah menyediakan bagi kita segala yang kita butuhkan. Atas bantuan saudara seiman dalam doa dan dana maka pada tanggal 11 Juli 1986 di bawah pimpinan utusan Sinode GKKK yaitu Pdt. Buby Ticoalu, aula baru tersebut diresmikan. Puji Tuhan!

Atas pimpinan Tuhan maka pada tanggal 2 Juli 1989 di Solo Baru telah dibuka Pos PI dan diadakan kebaktian hari Minggu untuk pertama kalinya.

Dalam Sidang Raya Sinode XV, tanggal 26-31 Oktober 1998 di Jakarta, diputuskan bahwa Pos PI GKKK Solo Baru didewasakan menjadi Unit GKKK Solo Baru.

Pengembangan dalam bidang pendidikan dimulai berdasarkan pemikiran akan betapa pentingnya sarana pendidikan. Melalui pendidikan akan terbuka kesempatan untuk membawa anak didik mendengar injil Tuhan dan diselamatkan.

Karenannya, pada tahun 1974 Gereja membuka Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) Kristen Kalam Kudus dan dipimpin oleh Ev. Marry Hartanti, BA sebagai kepala sekolah. Pada tahun 1980 jabatan kepala sekolah digantikan oleh Ev. Jimmy Singal. Tanggal 6 Maret 1987, beliau ditahbiskan menjadi pendeta di SAAT, Malang. Pada bulan Februari 1985, Ev. Donna W. Martini menjabat sebagai kepala sekolah TK Kristen Kalam Kudus. Pada tahun 1981 Ev. Wong Mei Ing bergabung dan menjabat sebagai Kepala Kerohanian SKKK selama 2 tahun dan pada tahun 1983 Ev. Indri Teknowijoyo melanjutkan jabatan tersebut.

Untuk pengembangan selanjutnya maka dibelilah sebidang tanah seluas 4.980 m2 di Surakarta Baru. Di atas tanah tersebut dibangun gedung berlantai empat untuk SMP dan SMU (Sekolah Menengah Umun) Kristen Kalam Kudus. Upacara peletakan batu pertama pembangunannya dilaksanakan pada tanggal 1 September 1996. Secara resmi gedung tersebut akan dipakai untuk peningkatan jenjang SMU pada bulan Juli 1997.

Setelah melayani selama 23 tahun, Pdt. Enoch Tjoeanda memasuki masa emeritasi pada tahun 1998. Beliau digantikan oleh Pdt. Timotius Witarsa sebagai gembala sidang.

Pdt. Timotius Witarsa telah melakukan proses desakralisasi jabatan kependetaan, kemudian beliau berusaha memperluas hubungan Gereja Kristen Kalam Kudus dengan gereja-gereja lain yang ada di Surakarta, dengan diadakannya kegiatan-kegiatan antara lain: Christian Dogmatic Seminar, Seminar Pembinaan Keluarga, dll yang bekerja sama dengan gereja-gereja yang tergabung dalam anggota BAGKS.

Untuk pembinaan ke dalam, mulai diadakan Persekutuan Doa dan Bina Iman untuk jemaat umum, untuk mewadai kaum muda dewasa beliau membentuk Persekutuan Filadelfia, kemudian Persekutuan Usia Indah, Persekutuan Wanita (Dorkas), Tim-tim Pelayanan dan Dewan Hamba Tuhan.

Dalam Sidang Raya Sinode Gereja Kristen Kalam Kudus XVI tanggal 15-20 Oktober 2001 di Cipanas, Jawa Barat, Pdt. Timotius Witarsa terpilih sebagai Sekretaris Umum Sinode GKKK/YKKI. Sehubungan dengan jabatan tersebut, maka beliau pada awal tahun 2003 meninggalkan GKKK Surakarta ke tempat tugas yang baru di Jakarta.

Setelah Pdt. Timotius Witarsa Gembala Sidang untuk sementara dijabat oleh Ev. Budiwijaya hingga kemudian Ev. Fri Suhandy diangkat sebagai Gembala Sidang per Januari 2004 sampai sekarang. Dalam kepemimpinan Ev. Fri Suhandy ada perubahan struktur dan mekanisme pelayanan GKKK Surakarta, yaitu dengan membaginya dalam 6 bidang ”Main Factor” dan 4 bidang ”Supporting Factor”. Adapun pembagian tersebut, sebagai berikut:

Gereja Kristen Kalam Kudus adalah satu-satunya gereja yang berbahasa Mandarin di kota Surakarta, maka untuk melestarikan kebudayaan Tionghoa dan bahasa Mandarin, pada tahun 1999, dibentuklah Departemen Pendidikan Bahasa Mandarin yang dipelopori oleh Bp. Jerry Suwanto dengan dibukanya kelas-kelas kursus bahasa Mandarin mulai dari Play Group sampai dewasa. Satu terobosan baru lagi dirintis oleh Bp. Jerry pada tahun 2000, dengan mengudara bersama Radio Immanuel dalam Siaran ”Gema Oriental”.

Betapa besar anugerah, kasih setia dan karya Tuhan kepada Gereja Kristen Kalam Kudus yang telah memimpin, memelihara gereja dan umat-Nya. Dialah pemilik pelayanan itu, kami hanyalah manusia yang penuh keterbatasan. Biarlah segala kemuliaan kami kembalikan kepada Tuhan yang layak menerimanya. Amin. Dirgahayu GKKK Surakarta.

Filipi 3:13-14

"Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."

Jadwal kegiatan Edit

Minggu:

Kebaktian Umum I: pk. 06.00
Kebaktian Umum II: pk. 08.00 (bahasa Tionghoa)
Kebaktian Umum III: pk. 10.30
Kebaktian Umum IV: pk. 17.00
Sekolah Minggu: pk. 08.00 (di Gajahan)
Tunas Remaja: pk. 08.00
YOUTH: pk. 09.00

Selasa:

Doa Pagi: pk. 06.00

Rabu:

Temu Doa: pk. 18.00

Kamis:

Doa Pagi: pk. 06.00
Lansia: pk. 17.00
KTB RAJAWALI: pk. 19.00

Hubungi Edit

e-mail: solo@gkkk.org

Ad blocker interference detected!


Wikia is a free-to-use site that makes money from advertising. We have a modified experience for viewers using ad blockers

Wikia is not accessible if you’ve made further modifications. Remove the custom ad blocker rule(s) and the page will load as expected.